52 Hari demi hari berlalu dengan cepat. Evita dan Sherina yang sangat sibuk dengan urusan pernikahan, membuatku harus mengambil alih semua pekerjaan di kantor. Seperti hari ini, berhubung Evita sedang kerja ke Jakarta, akhirnya Makdi dan Revanaka kuboyong ke kantor. Awalnya Aa' Andre sempat protes kenapa anaknya dibawa, tapi setelah kalah berdebat denganku selama sembilan menit, akhirnya pria besar itu mengalah, dan hanya melambaikan tangan saat Pak Tarno mengantar kami ke kantor. Sesampainya di tempat tujuan, Makdi langsung membentangkan karpet tebal di ruangan kantor pribadiku. Tambah semarak saat aneka mainan dan bola juga ikut dihamparkan. Para karyawan kantor bergantian berkunjung ke ruangan, lama-lama mereka bergerombol dan sangat berisik. "Kalian mau balik kerja atau kup

