51 Andre Seperti dugaanku sebelumnya, dua minggu kemudian Bertrand bukan Antolin datang bersama dengan kedua orang tuanya, serta beberapa keluarga dekat untuk melamar Evita. Sejak kemarin sore, perempuan berambut sepuhan itu sudah sibuk mondar-mandir kayak setrikaan sepanjang rumah. Revanaka mungkin pusing melihat bundanya bertingkah seperti itu. Bayi kecil yang menggembung seperti papinya, akhirnya merengek manja minta diperhatikan lebih oleh sang bunda. "Cup, cup, cup, jangan nangis, Sayang. Biarin aja Bunda bolak-balik kayak gitu, kali bisa sekalian ngepel," ucapku sambil menepuk-nepuk paha montok Revanaka yang langsung terdiam. Tampak sibuk memainkan kancing blusku, persis kayak papinya. "Deg-degan nih, Aska. Takut pas ngelihat aku, ortunya Bertrand jadi nggak setuju." Evita berg

