54 Sore harinya, Aa' Andre dan Pak Tarno pergi menjemput keluarganya Evita di bandara. Sambil menunggu mereka tiba, aku menghabiskan waktu dengan membaca beberapa novel yang belum sempat disentuh sejak dibeli. Sementara Revanaka berenang dengan riang gembira bersama bundanya. Udara sore yang cukup sejuk, suasana pinggir kolam renang yang nyaman, lambat laun membuatku mengantuk, hingga akhirnya terlelap dengan novel yang menutupi bagian wajah. Entah sudah berapa lama aku tertidur, sentuhan di lengan akhirnya membuatku terbangun. Wajah bundar Isah yang memenuhi pandangan membuatku sedikit terkejut. "Udah azan, Teh," ucapnya. Aku mengangguk, mencoba bangkit dan duduk sebentar untuk mengumpulkan nyawa. Mengusap leher yang terasa pegal. Baru kemudian berdiri dan jalan gontai ke kamar.

