Tersentak bangun, kedua mataku secara otomatis mengerjap, mencoba menyesuaikan diri. Sengatan pusing di kepala membuatku meringis sembari memegangi sebelah kepalaku yang terasa sangat sakit seperti sehabis di pukuli. Ketika semua itu mulai sedikit mereda, barulah aku tersadar bahwa aku berada di kamarku. Padahal sebelumnya, aku ingat sekali bahwa aku sedang berada di ruang bawah tanah dan diserang, lalu aku melihat...suamiku. Aku pun kembali tersentak dengan ingatan itu, ingatan tentang wajah samar suamiku yang berlari panik tepat sesaat setelah aku dibanting keras oleh makhluk raksasa aneh berkulit pucat. Aku tidak bisa membohongi diriku bahwa aku sangat ketakutan sekarang. Terlebih, bukankah ia harusnya masih berada di Madrid? Segera saja aku bangkit turun dari ranjang. Dan serangan

