Hari yang tak jauh berbeda dilalui oleh Lily. Selama hampir sepanjang hari itu ia mendekam di dalam kamar yang sengaja ia tidak nyalakan lampunya. Sejak pagi hingga senja menjelang, yang ia lakukan hanyalah duduk termenung di atas ranjang, sesekali ia menemukan kakinya, lalu menyandarkan kepalanya di atas lututnya. Ia masih terguncang akibat peristiwa sebelumnya. Ingatan buruk itu masih belum dapat ia enyahkan. Bahkan akibat hal itu ia jadi tak berselera makan dan minum, meski Albert sudah berulang kali membujuknya. Tapi, ia tetap tak mengizinkan siapapun masuk ke dalam wilayahnya, zona amannya. Hanya kamarnya lah yang saat ini dapat ia jadika benteng perlindungan, walaupun itu tidak akan berlangsung selamanya. Karena kamar ini pun juga bukan miliknya, begitu juga dengan hidup ini. Ia ke

