"Iblis itu bernama...Asmodeus." "Iblis itu bernama Asmodeus!" "Iblis itu bernama Asmodeus!" "Iblis itu bernama Asmodeus!" "IBLIS ITU BERNAMA ASMODEUS!!!" Lengkingan suara serak dan berat itu berhasil menarik paksa Alexa dari alam bawah sadarnya. Telinganya berdengung ketika ia mencoba untuk membuka kedua matanya, dan pandangannya pun ikut memburam. Ia memegangi kepalanya dengan kedua tangan, berusaha menghentikan dengungan yang terus berulang bagai melodi sumbang. Ketika ia mencoba bangkit dan duduk, tubuhnya malah bergoyang hebat, membuatnya limbung dan kembali jatuh terlentang di atas ranjangnya. Setelah beberapa detik, ia mulai bisa melihat dengan jelas langit-langit kamarnya. Dan sengatan rasa pusing yang tadi menyerangnya berangsur mereda, tetapi ia merasakan sebuah tusuka

