Kedua mata Lily terbuka lebar secara mendadak, sepasang cokelat hangat itu mengerjap bingung selama beberapa saat. Lalu, ia menyadari bahwa ini adalah kamarnya sendiri, namun ia tidak ingat bagaimana bisa sampai disini, yang ia ingat hanyalah toilet dan bayangan kaki pucat yang mengambang, lalu—ia pun tersentak bangun, matanya menatap liar ke sekeliling khawatir sosok mengerikan itu masih mengejarnya sampai ke tempat ini. Tapi, ia tidak menemukan siapapun selain desir angin yang menggoyangkan gorden, membawa masuk secercah cahaya matahari ke dalam kamarnya yang gelap. Lily mulai memeriksa sekujur tubuhnya, mendeteksi apakah ia mendapatkan luka dan menemukan bahwa ia tengah memakai piyamanya sendiri, bukan gaun pesta kemarin. Ia pun mulai bertanya-tanya sendiri di dalam hati, siapakah ger

