“Saya akan menikah dengan Pak Abi, seperti yang diinginkan Ibu Ranty. Hal ini saya lakukan semata-mata demi Ibu dan bapak.” Ucap Jasmine tegas. Dia hanya menatap lurus ke arah Ranty. Anggaplah ini sebuah balas jasa atas kebaikan yang Jasmine terima selama ini dari Susilo dan Ranty. Ranty menangis terharu. Rasa bahagianya tak bisa ia jelaskan, sekarang Ranty bisa sedikit lebih tenang menjalani sisa umurnya bersama sang suami. “Terima kasih, Nak. Mulai sekarang manggilnya bunda. Jangan Ibu lagi ya.” Seru Ranty dengan raut wajah bahagianya. Jasmine hanya menganggukkan kepala pelan. Ia tidak tahu, keputusan yang Jasmine pilih ini apakah keputusan yang tepat atau tidak. Ranty sudah kembali istirahat mengingat kondisi wanita itu masih terbaring lemah. Jasmine kembali mendudukan bokongnya di

