Hari-hari di jalani seperti biasanya kembali dilakoni oleh Abi maupun Jasmine. Bahkan setelah kepulangan mereka dari kencan waktu itu Jasmine bak seperti patung yang diam seribu bahasa pembedanya hanya Jasmine masih bisa menggerakkan tubuhnya leluasa kesana kemari. Tapi mulutnya seperti terkunci hanya untuk berbicara dengan Abi seorang. Seperti pagi ini lagi-lagi Abi hanya bisa memperhatikan sang istri dalam diam, meski mereka berangkat ke kantor dengan mobil yang sama namun tak pernah ada satu kata pun yang keluar baik dari mulut Jasmine sendiri maupun Abi. Bukan keinginan Abi juga ikut diam membisu, ia hanya tidak ingin semakin membuat memperkeruh suasana diantara mereka jika Abi nekad membuka mulutnya barang sedikit saja. Abi menghela nafasnya kasar, entah sudah berapa kali dirinya me

