“Jasmine!” Abi segera menghampiri sang istri ketika mendengar wanita itu merintih kesakitan. Dengan susah payah Abi melangkah dalam kolam berisikan bola tersebut hingga sampai pada sang istri. Jasmine mencengkram kuat lengan suaminya itu saat Abi benar-benar sudah berada di dekatnya. “M-mas perutku,,” Rintih Jasmine. “Kenapa perutnya? Masih sanggup buat gerak keluar dari kolam ini nggak? Saya susah buat gendong Kamu,” Tanya Abi yang sangat khawatir dengan kondisi sang istri. Jasmine menganggukkan kepalanya pelan. Sebenarnya dia tak sanggup untuk bergerak sedikitpun karena rasa sakit yang teramat di perutnya ini, namun melihat keadaan mereka yang berada di dalam jutaan bola bola ini pun tak bisa membuat Abi menggendongnya begitu saja, untuk berjalan di dalamnya saja sudah susah. Dengan

