26. Kencan Yuk

1544 Kata

Abi terbangun lebih dulu pagi ini, bahkan sang istri yang saat ini tertidur lelap menghadap ke arahnya masih bergelung dalam mimpinya. Pria itu memperhatikan wajah damai sang istri. Wajah yang cantik, bulu mata yang lentik, alisnya tak terlalu tebal, hidung bangirnya yang mungil serta bibir penuh yang selalu berbicara ketus padanya ini ia pandang lekat-lekat Sungguh lucu bagaimana takdir mempersatukan mereka, tiada cinta di antara mereka berdua selain rasa benci, benci dan rasa bersalah yang menyongkol di dasar hati pria itu. Pria itu menyelipkan helaian rambut yang menjuntai menutupi wajah ayu sang istri ke telinganya. Abi elus perlahan puncak kepala Jasmine agar ia tak mengganggu tidur istrinya itu. Andai Jasmine dan dirinya dipertemukan dan dipersatukan dalam keadaan yang benar-benar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN