Deadline - 23

2194 Kata

Deva fokus pada ponselnya, sedangkan Alya sibuk menonton drama kesukaanya lewat laptop. Kakinya ditaikkan ke atas koper yang sengaja Alya taruh di dalam mobil. Entah apa alasannya, Deva sendiri tidak mengerti. Selagi Alya tertawa karena asik menonton, Deva melirik ke arah gadis itu. Senyum Alya sangat cantik. Deva akui itu. Tanpa sadar, Deva juga ikut tersenyum. Rencananya. Ya ... Deva sengaja mengajak Alya pergi berdua. Harusnya ia pergi bersama dosen baru yang direkomendasikan oleh seniornya, namun Deva lebih memilih Alya. Tahu apa alasannya? Sederhana saja ... Ia ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan gadis itu. Di kampus, ia harus menjaga imagenya sebagai dosen. Tapi sekarang, ia bisa menjadi dirinya ... Menjadi Deva. Ia menyukai Alya. Ya, tentu saja. Sejak pertama kali ia bertem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN