BAB 36 - Kesempatan kedua

516 Kata

Aku tau, bahwa selama ini aku salah, karena menyembunyikan banyak hal dari perempuan yang kini sibuk mengobati lebam dan luka di bibirku. Ku pikir, ia akan marah jika aku jujur padanya. Ternyata dia lebih marah lagi karena aku sudah tak jujur padanya. Aku yang merasa kesakitan, namun dia selalu saja meringis saat menyentuh lukaku. "Sakit banget, ya, bang?" Ringisnya menatapku dengan wajah tak tega. "Lumayan," Balasku. Selanjutnya dia mulai mengomeliku karena tak berusaha mengelak saat Azam melayangkan tinjunya padaku malam itu. "Jangan bilang, kalo abang masih mau kerja hari ini?!" Kami baru saja selesai sholat subuh. Aku bahkan masih menggunakan sarung karena baru saja kembali dari Masjid. "Rencana, sih, iya." Cicitku pelan sambil nyengir kuda. Sedangkan perempuan cantik yang ada di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN