Aku berjalan gontai menuju ruang tengah. Berniat menghampiri dua orang lelaki yang sedang sibuk mengobrol di sana. Entah apa yang menjadi topik utama obrolan mereka, namun yang pasti mereka akan menyinggungku dan menjadikanku sebagai bahan obrolan mereka. Pernah beberapa kali mereka kedapatan sedang membicarakanku saat masih remaja sekolah menengah pertama. Bang Zain dan Kak Azam sudah pulang dari Masjid setengah jam yang lalu. Aku dan mama baru saja berdiskusi mengenai bulan maduku dengan bang Zain. Kak Azam dan bang Zain terlihat sedang berdiskusi di ruang tamu. Entah apa sedang mereka bicarakan, yang pasti saat aku datang mereka masih saja sibuk tenggelam dalam obrolan mereka sebelumnya. "Bang? Keluar yuk. Nui pengen martabak." Ajakku pada bang Zain yang kini hanya menaikkan alisnya t

