18. Mari kita Menikah

1072 Kata

Kamu yakin Nak?" Papa mengamati wajahku dengan seksama. "Jangan terpaksa menerima perjodohan ini sayang, Mama dan Papa tidak ingin kamu menyesalinya nanti." Mama juga ikut bicara. "Mama, Papa dan Om Dirga, saya yakin betul dengan keputusan saya, terimakasih telah mempertemukan jodoh Shena " ucapku bersandiwara. "Pa, Pak Frans saya izin bicara pada Shena." Suasana yang menegang kembali mencair saat aku sudah bisa meyakinkan Papa dan om Dirga untuk menerima perjodohan ini. "Apa lagi yang perlu di bicarakan Pak Gentala, semua yang terjadi sesuai keinginanmu bukan?" Di taman tepatnya di tempat kami berbicara pertama kali, dengan posisi yang sama, aku duduk di sebuah kursi besi yang berukir sedangkan Gentala berdiri di samping lampu taman yang sudah hidup karena menyambut senja hari. Kami

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN