"Mas, saya izin ke toilet dulu ya." ucapku manis pada Gentala. "So sweet, ke toilet saja pakai izin, duh pengantin baru, bikin iri saja." Gea berkomentar kalang kabut, membuat semua orang tertawa. "Ge, jangan centil kenapa sih?" Rani berusaha menetralkan Gea. "Gak di temenin tuh istrinya Genta?" Kakak iparku Rena yang belum ku tau sifat aslinya pasti tak mau ketinggalan mengomentari kami, jelas saja karena saat ini aku dan Gentala adalah pusat perhatian di dalam dua keluarga ini "Gak apa-apa kak, sebentar saja kok." ucapku pura-pura sungkan. Tak ingin mendengar lebih banyak komentar aku segera bangkit dari kursi dan mencari toilet. Belum sempat sampai ke pintu toilet tanganku sudah di tarik oleh Rangga, dengan langkah cepat dia menyeretku masuk kedalam toilet wanita lalu mendudukkan

