Rangga terpental kendinding, kemudian dia memegang pipinya. Gentala menarik kerah baju Rangga agar Rangga kembali berdiri di hadapannya. "Begitu kau memperlakukan wanita hm?" Kaki Rangga berjingkrak karena kedua kerah bajunya diangkat oleh Gentala, tubuh Gentala yang tinggi mampu mengangkat bobot Rangga. "Pak, sudah Pak, kasian Rangga!" Aku berusaha melepaskan tangan Gentala yang kokoh dari kerah baju Rangga. "Saya kecewa sama kamu Rangga." Sudut bibir Rangga sampai mengeluarkan darah akibat tamparan yang di lakukan oleh Gentala. "Sudah Pak, saya takut ada yang mendengar pertengkaran kita di sini." Namun Gentala tidak bergeming, kilat matanya yang tajam terpancar jelas seakan ingin membunuh Rangga. Dengan gerakan gesit Gentala memberikan bogem mentah di perut Rangga membuat Rangga kem

