"Sayang." Nicholas menatap sang istri yang tengah memasukkan pakaiannya ke dalam koper dengan pandangan memelas. "Maafin, aku," rintih lelaki tampan yang lalu duduk di sebelah koper yang sedang diisi oleh Gadis, wajah cantik itu terlihat merengut hanya sesekali melirik pada sang suami lalu mencebik kesal. "Aku bener-bener enggak bermaksud begitu, kita bisa bicarain masalah ini baik-baik," pinta Nicholas berusaha menarik tangan sang istri dalam genggaman tetapi dengan cepat Gadis menarik tangannya mengambil beberapa pakaian yang ada di dalam lemari lalu memasukkannya ke dalam koper yang masih terbuka. "Bicarain gimana? Yang udah terjadi ya udah, enggak bakalan bisa diulang juga, 'kan!" jawab Gadis kesal, membuat Nicholas semakin bingung dan merasa bersalah. Iya, lelaki itu jelas mer

