"Kita wanita Ningrat, Dinda. Kita tidak berhak menyukai atau mencintai siapa pun sebelum menikah, semua ada di tangan Romo." Gadis hanya diam, dia tidak menjawab apa yang Gendhis katakan, sebegitu terkungkungnya hidup mereka tetapi sayangnya Gadis bukan tipe wanita ningrat sepenurut dan setaat aturan Gendhis. Ketiga wanita itu menatap ke arah yang sama dalam sekejap, arah daun pintu yang diketuk dari luar. "Maaf, Ndoro Ayu, apa Ndoro ayu Gadis dan Ndoro ayu Ganda Arum si dalam juga? Sudah waktunya makan malam. Ndoro Ayu sudah ditunggu Ndoro Ageng dan Ndoro Ayu Lintang di ruang makan." Terdengar suara Mbak Sri dari depan pintu. Gendhis segera bangun dari duduknya lalu berjalan menuju pintu lalu membukanya membuat seorang wanita berpenampilan sederhana terlihat sedang berdiri menyatuk

