[Hay, tampan, sendirian malam ini? Aku temenin, ya.] Nicholas mengerutkan kening, sementara di seberang sana yang pengirim pesan tersenyum dengan hati berdebar-debar. Bagi Nicholas ini memang hal biasa, seorang wanita jika sudah memiliki nomornya pasti akan selalu berusaha menghubunginya, entah bertanya kabar untuk permulaan atau yang langsung pada inti keinginan seperti pesan barusan. Menaruh kembali ponselnya ke atas meja Nicholas merasa tidak tertarik untuk membalas pesan itu, bukan hanya karena tidak tahu siapa pengirimnya karena itu nomor baru dan dari foto profil hanya terlihat sekuntum mawar merah tetapi Nicholas tidak berniat membalas pesan itu karena sebuah janji dalam hati telah terpatri kini, janji untuk selalu setia pada cintanya. Ting. Ponsel itu kembali berbunyi. [

