“Apa nama Panti Asuhannya, Vi?” tanya Dharma di telepon, saat Viola mencoba menghubunginya siang itu di kamar. Viola yang berniat membantu Panji untuk mencari tahu di mana keberadaan adik kandungnya, membuatnya berinisiatif meminta bantuan Dharma di Jogja. Viola yakin, hanya Dharma yang bisa membantunya saat ini. Walau sebenarnya Viola sangat ingin datang langsung ke Jogja dan mendatangi langsung ke panti asuhan yang dimaksud sang ibu, namun apa mau dikata, Panji tidak mengizinkannya pergi. Viola menarik tatapannya ke Alia yang saat itu duduk bersamanya di atas tempat tidur. Panggilan telepon yang saat itu sengaja di loudspeakerkan Viola, juga didengar langsung oleh Alia. Alia yang masih ingat nama panti asuhan tempatnya menemukan Panji, langsung menganggu

