Suara keran air berhenti ketika Agatha memutar tuasnya. Ia mengambil tisu untuk mengeringkan tangan dan memandang refleksi tubuhnya di cermin. Lima belas menit lagi, ia sudah harus masuk ke dalam kelas untuk mulai memberikan materi. Agatha merapikan rambutnya yang terurai dan mengikat setengah bagian atasnya saja supaya rambut sisi kanan dan sisi kiri tidak menganggu. “Semangat, Ta! Lo pasti bisa!” ucap Agatha pada pantulan dirinya di cermin. Tapi sedetik kemudian ia menunduk dan ekspresinya berubah murung. “Ya ampun, kenapa gugup banget, sih…” Agatha menggelengkan kepalanya kuat, ia tidak boleh seperti ini. Toh mau sekarang atau nanti, ia akan tetap menghadapi situasi sejenis saat masuk masa KKN nanti. Bedanya, saat ini ia sendirian, tidak ada teman-teman kuliahnya yang juga mengalami

