12

1031 Kata
"Kau memiliki aku," Farrel berjalan mendekat dan mendekap erat tubuh Ree, "istriku." . . . Ree terdiam di pelukan Farrel untuk beberapa saat, sampai akhirnya wanita itu tersadar dari lamunannya. Kemudian mendorong dengan keras tubuh Farrel yang tengah mendekapnya erat, Ree menatap tajam ke arah pria di hadapannya itu dengan kilatan amarah di matanya. "Apa maksudmu?" geram Ree, "aku bukan istrimu!" "Tidak, kau istriku. Namamu Aretha Maharani, bukan Ree Alison atau semacamnya. Kau istriku yang hilang lima tahun lalu ... " "Kau pasti sudah gila! Kalau aku istrimu, kenapa aku tidak tau menai tetang dirimu? Bahkan sebelum ini kita sudah pernah bertemu, dan aku masih ingat kau bersama dengan calon istrimu waktu itu, dan sekarang dengan mudah kau mengatakan bahwa aku adalah istrimu?" "Percayalah, aku juga baru mengetahui hal ini. Aku kehilangan sebagian besar memori otakku, dan bahkan sampai sekarang aku tidak bisa mengingat semuanya dengan jelas," Farrel mencengkram erat bahu Ree, "aku bisa membuktikannya." "Ini mustahil! Aku sama sekali tidak mengenalmu, kita baru bertemu dan kau ... " "Dave pernah mengatakan padaku, kalau kau juga menderita amnesia." Ucapan Farrel membuat Ree mengangkat wajahnya, seraya menatap Farrel dengan tatapan yang sulit diartikan. Ree menatap wajah Farrel, terasa begitu familiar. Awalnya ia merasa asing, namun semakin lama, ia merasa dekat. "Dave juga bilang kalau kau dan Charles tidak menikah ... " Farrel menyentuh lembut pipi Ree yang dibanjiri air mata, "apa yang kau ragukan?" "Ini tidak mungkin ... " "Tidak, di dunia ini tidak ada yang mustahil." "Tapi," "Saat pertama kali aku melihat Dave, aku seperti melihat diriku. Ia begitu mirip denganku, ia-" "Bagaimana ia bisa mirip denganmu? Dave adalah anak Charles," potong Ree yang langsung berjalan mundur, "kau membuat aku bingung." Dave anak Charles? "Dave anak Charles?" tanya Farrel dengan penuh keraguan. "Who are you?" Farrel dan Ree menoleh bersamaan ke belakang, dan mendapati Charles yang sudah berjalan santai mendekati mereka. Raut wajah pria yang kira-kira berumur dua puluh delapan itu terlihat datar, namun tersirat ketidak sukaan saat ia menatap Farrel. "Her husband," jawab Farrel dengan nada menantang. Ree langsung menoleh pada Farrel, menatap pria itu dan Charles bergantian. Pikirannya begitu kacau, dan banyak sekali yang mengejutkannya hari ini. Mulai dari Dave, hingga Farrel yang tiba-tiba datang memeluknya lalu mengaku sebagai suaminya. "Her husband?" Charles terkekeh, "apa kau gila?" "Tidak, aku serius. Siapa kau?" ucap Farrel seraya menatap penampilan Charles dari atas sampai bawah, "ah. Kau pasti Charles, benar?" Charles mengangkat sebelah alisnya, kemudian pandangannya beralih pada Ree. Ia mengisyaratkan wanita itu agar segera bergerak menjauh dari Farrel, Ree yang mengerti tatapan tidak suka Charles, mulai bimbang. Ia memiliki kesempatan agar bisa bebas dari Charles, dengan bantuan Farrel. Namun, kalau ternyata ia bukanlah istri Farrel, maka riwatnya dan Dave juga akan ikut habis di tangan pria tidak berperasaan seperti charles. "Kemari!" bentak Charles yang mulai tidak sabar.  Ree tersentak, dengan ragu ia berjalan menuju Charles. Namun, Farrel mencegat pergelangan tangannya. Pria itu menarik Ree ke belakang tubuhnya, kemudian menatap Charles dengan tatapan menantang.  "Jangan main-main denganku, Farrel Manggala Wdyatmaja!" geram Charles. "Ku pikir kau tidak mengetahui namaku, Charles." balas Farrel dengan senyuman miring. Ree yang berada di belakang Farrel sedang merasakan ketegangan yang luar biasa. Tubuhnya bergetar, pikirannya kacau. Air mata terus mengalir dari pelupuk matanya, dan kepalanya mulai terasa sakit. Rasanya kepala Ree sedang dilempari batu kerikil, dan disiram oleh air mendidih. Sakit sekaligus panas. Telinganya masih dapat mendengar dengan jelas perdebatan Charles dan Farrel. Namun, rasa sakit di kepalanya seakan tidak memberikannya kesempatan untuk tetap tersadar. Ree dapat merasakan kesadarannya perlahan mulai menghilang, dan tubuhnya yang terjatuh ke lantai dengan kepalanya yang membentur keramik. Semuanya terasa sakit, namun Ree tidak dapat lagi merasakannya, karena kini kesadarannya telah hilang sepenuhnya. Farrel menoleh ke belakang seketika ia mendengar suara benda yang terhempas. Matanya membulat sempurna kala melihat tubuh Ree yang sudah terkapar di lantai, serta wanita itu tidak sadarkan diri. Farrel segera menghampiri Ree, dan mencoba mengangkat wanita itu. Namun, Charles datang dan mendorong tubuh Farrel hingga terjungkal ke belakang. "Enyahlah kau dari sini!" Charles menatap Farrel dengan tajam. Ia beralih menatap Ree yang sedang tidak sadarkan diri, dan segera ingin mengangkat wanita itu. Hampir. "Ku pastikan, kau akan mati jika berani menyentuhnya." Charles mendongak, dan wajahnya langsung bertemu dengan wajah Farrel yang sudah tersulut emosi. "Apa hak kau melarangku?"  "Menjauh darinya, jika kau masih ingin hidup," ancam Farrel. Charles meneguk salivanya, ia mulai mundur perlahan dan membiarkan Farrel mengangkat tubuh Ree. Charles menatap kepergian Farrel dengan perasaan kesal, kemudian dia merogoh sakunya. Mengambil ponsel dan segera menelfon seseorang. "Kau sialan, mengapa kau memberikan data yang salah padaku?!" geram Charles pada lawan bicaranya. "Data yang mana, Pak?" "Tentang Farrel Manggala Wdyatmaja! Kau bilang ia bukan apa-apa jika dibandingkam denganku?!" "Ah, iya. Kami lupa memberitahumu sesuatu, Pak. Kau memang orang terkaya nomor satu, hanya di sebuah kota. Sedangkan Farrel Manggala Wdyatmaja, dia orang terkaya pertama di Negaranya." "Negara?!" ulang Charles dengan penuh keterkejutan. "Ya, Pak. Ia tercatat sebagai salah satu pengusaha sukses termuda, dan terkaya." "Sialan!" umpat Charles yang langsung membanting ponselnya. *** "Apa dia baik-baik saja?" tanya Farrel pada dokter yang baru saja memeriksa Ree. "Ya, dia hanya kelelahan," Dokter itu menaikkan kacamatanya, "dari hasil pemeriksaan, dia mengalami kekerasan fisik. Ada beberapa luka lebam di wajah dan juga tubuhnya." "Apa?" Dokter mengangguk, "Ia juga sedikit mengalami shock. Namun, hal itu masih bisa disembuhkan." "Dokter, tolong jaga dia. Aku harus memeriksa keadaan anakku di ruangan lain." ucap Farrel. Setelah mendapat anggukan, Farrel segera berjalan menuju ruangan Dave dirawat.  "Farrel!"  Farrel menoleh ke belakang dan mendapati Valeri yang berlari di belakangnya.  "Ada apa?" tanya Farrel saat Valerie sampai di hadapannya. "Kau sudah menemukannya?" Farrel mengangguk, "Bisa kau jaga dia sebentar, Vale? Dia ada di ruang 409, tidak jauh dari ruangan Bara. Aku ada urusan." "Dia dirawat? Tapi kenapa?" "Ceritanya panjang, Vale. Aku harus pergi sekarang," Valerie mengangguk, "Baiklah, aku akan menjaganya." Farrel kembali berlari, menuju tempat yang ia tuju. Ruangan Dave, sejak tadi, Farrel merasakam sesuatu yang mengganjal di hatinya. To be continued *kalau dialognya pake italic, berarti itu lagi ngomong dalam bahasa asing. Aku gamau kalian susah buat translate, ntar ada yang salah artiin kan ribet.  *di sini Farrel sama Ree sama Dave ngomongnya pake bahasa asing, ya. Kecuali Farrel ke Sam/Vale
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN