Mendengar Ardan yang berkata sangat menyakiti hatinya, membuat Mentari mendongak. Iris matanya menatap langsung mata Ardan. Ia tidak boleh lemah di hadapan Ardan, apalagi laki-laki itu sudah banyak merendahkan dirinya dan juga anaknya. "Apa yang Bapak katakan! Apa pantas Bapak mengatakan itu kepada saya! Ini hanya masalah kecil, kenapa Bapak berbicara seperti itu kepada saya!" lugas Mentari sedikit berapi-api. "Kecil kamu bilang?" tanya Ardan sinis. "Kamu tidak lihat baju kekasihku seperti ini karena ulah anakmu itu!" Karena tidak ingin beradu mulut dengan Ardan dan membuat Gio semakin takut bila menjadi pusat perhatian, Mentari memilih mengalah meskipun sebenarnya gatal sekali tangannya ingin menampar laki-laki di depannya tersebut. "Baiklah berapa kerugian yang harus saya bayar untuk

