Bab 16

1159 Kata

Kania masih bisa merasakan detak jantungnya sendiri yang berpacu tak karuan. Bibirnya basah, napasnya tersengal, dan matanya meski gugup tak bisa lepas dari tatapan Gio. Ada sesuatu di tatapan itu yang membuatnya tak mampu berpikir jernih. Ia menelan ludah, mencoba mencari kata, namun yang keluar justru gerakan. Tangannya perlahan terangkat, menyentuh rahang kuat Gio. Sentuhan itu membuat pria di depannya sedikit menunduk, memberi jarak yang cukup bagi Kania untuk menarik wajahnya kembali. Kali ini, justru Kania yang memulai. ‘’MMpphhh .... ‘’ Bibirnya menempel pada bibir Gio, ragu di awal, seolah takut melangkah terlalu jauh. Tapi dalam hitungan detik, keraguannya terkikis oleh rasa ingin yang tak bisa dijelaskan. Gio sempat terkejut, namun tubuhnya segera merespons dengan insting yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN