Bab 26

1593 Kata

Gio duduk termenung di ruang tamu rumahnya. Matanya sembab, wajahnya kusut tak terurus. Ia sama sekali tak tidur semalaman, hanya mondar-mandir memikirkan Kania. Tak lama, pintu rumah terbuka, Surya dan Vani masuk dengan wajah lesu. Vani langsung duduk di sofa, menutupi wajahnya dengan tangan sambil menangis. Surya hanya diam, meletakkan kunci mobil di meja dengan suara keras, seakan menahan amarah dan kecewa yang bercampur jadi satu. “Pa, Ma…” Gio langsung berdiri, matanya penuh harap. “Gimana? Kalian ketemu Kania? Dia gimana keadaannya?” Surya menoleh dengan tatapan dingin, berbeda dari biasanya. “Jangan tanya lagi, Gio. Kami diusir.” ‘’Hah!’’ mata Gio terbelalak. Vani mengusap air matanya, suaranya parau. “Reno marah besar, Gi… Dia nggak mau kita ikut campur lagi. Dia bilang Kania

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN