Semilir angin malam membelai lembut wajah Zhaira. Zhaira terduduk di bangku panjang yang terletak di taman kecil samping rumah Fairel. Ada beberapa tumbuhan serta jenis bunga dengan aneka warna yang di tanam Karimah. Zhaira sengaja kembali datang ke rumah Fairel. Ia butuh bicara dengan Karimah, ingin meminta pendapat pada wanita itu. Karena sejujurnya, Zhaira tengah bimbang dengan permainannya sendiri. "Nak, ini di minum dulu." Karimah datang dengan membawa segelas jus jeruk untuk Zhaira. Zhaira tersenyum, menerima gelas itu dan menyeruputnya. "Masyaallah, kamu semakin terlihat cantik dengan hijab, Sayang." Karimah tersenyum, membelai lembut kepala Zhaira. Zhaira tersenyum malu. "Terima kasih, Ummi. Ini juga berkat Ummi yang telah membantu membuka hati Zhaira." Karimah terkekeh p

