18~A Mafia Obsession

1326 Kata
Fania terus menatap keluar jendela saat mobil yang di naiki nya membelah keramaian jalan kota Las Vegas. Kemarahan Fania benar - benar mencapai ubun - ubun yang saat ini sedang berusaha di tahan nya. Ya. Malam ini Breanch berhasil membuat nya memakai gaun hijau gelap tersebut. Bukan, Bukan karena Fania tidak menyukai gaun nya. Perempuan mana yang tidak akan menyukai sebuah gaun yang terbuat dari bahan yang lembut bahkan saat kau memakai nya gaun tersebut terasa sangat ringan seolah kau tidak memakai apapun di tubuhmu. Gaun hijau yang terlihat indah dan elegan di saat bersamaan lengkap dengan beberapa berlian yang menghiasi kerah nya, membuat nya nampak lebih berkilau. Jika saja saat ini Fania tidak bersama lelaki yang duduk di samping nya yang kini menyandera nya bahkan kini menjadikan nya boneka, mungkin Fania akan sangat senang mendapat kesempatan untuk memakai gaun tersebut. Saat mobil yang di naiki nya berhenti pada sebuah gedung besar dan terlihat mewah yang di luar nya terdapat banyak penjaga berseragam hitam sama seperti di mansion lelaki tersebut tetapi, kali ini lebih banyak dengan beberapa penjaga yang memegang s*****a laras panjang. Membuat Fania mengernyitkan kening nya saat melihat nya. Tidak pernah diri nya ke sebuah pesta dengan penjaga yang membawa s*****a laras panjang. Lebih tepat nya diri nya tidak pernah ke pesta dengan gedung yang besar. Apa ini benar - benar pesta ? "Jangan khawatir. Mereka tidak akan menyentuhmu." sebuah suara di samping nya membuat Fania menoleh dan menatap Breanch yang kini berjalan keluar dari mobil setelah pintu nya di buka oleh seseorang. Kali ini giliran Fania berjalan keluar dari mobil saat kembali seseorang yang sama membukakan nya pintu. "Silahkan Mrs." Fania menarik nafas nya sebelum berjalan turun dari mobil dengan memegang tangan pria di depan nya saat pria tersebut menawarkan bantuan. "Terimahkasih." Ucap Fania dengan sedikit bisikan dan sebuah senyuman kecil yang di balas oleh pria tersebut dengan santun lalu berlalu pergi. Sebuah tangan menyusup di antara pinggang nya membuat Fania tersentak kaget dan hampir saja terjatuh andai saja tangan besar tersebut tidak memegang nya. "Hati - Hati." Menggeliat tidak suka Fania mencoba melepaskan tangan yang kini berada di pinggang nya. "Apa yang kau lakukan ? Lepaskan tanganmu !." sentak Fania membuat Breanch terkekeh mendengar nya. "Malam ini kau terlihat cantik. Jangan merusak nya dengan mulutmu, honey." Breanch kini semakin erat menggenggam pinggang Fania. Baru saja Fania akan membuka suara nya dengan cepat Breanch menarik nya untuk berjalan masuk ke dalam gedung besar tersebut. Berbeda dengan yang lain nya saat orang lain akan masuk ke dalam gedung tersebut mereka harus di periksa tetapi, saat Breanch dan diri nya akan masuk mereka sama sekali tidak di periksa dan dengan mudah nya lewat begitu saja. Fania tidak bisa mengelak bahwa diri nya merasa sangat beruntung bisa menginjakan kaki nya di pesta yang sangat mewah ini. Semua nya terasa sempurna bagi Fania, sebuah gaun indah yang melekat di tubuh nya dan pesta yang terasa sangat luar biasa bagi diri nya. Hanya saja semua nya terasa sia - sia dan dalam sekejap kesempurnaan yang di rasakan nya malam ini terenggut saat mengingat dengan siapa diri nya datang dan siapa yang menyeret nya ke pesta tersebut. Fania merasa kurang nyaman saat semua pasang mata menatap nya lekat - lekat dengan bisikan yang sekarang terdengar seperti sekumpulan lebah yang berisik. "Honey. Perkenalkan ini Mr.Crusenly. Dia yang mengadakan pesta mewah ini." Ucap Breanch yang membuat pria di depan nya tertawa menampilkan kedua lesung pipit nya. "No. It's No true Mr.Hemiltton. Aku tidak bisa melakukan nya tanpa seorang 'sponsor' besar." Pria yang nama nya di sebut Mr.Crusenly itu menatap Fania yang dapat di tangkap oleh nya saat pria tersebut menyebut sponsor besar yang di maksudkan nya adalah Breanch sendiri. Tidak ingin mengambil terlalu banyak bagian untuk berbicara, Fania hanya tersenyum dan berkata "Congratulation." Cukup lama Breanch dan pria di depan nya terlibat percakapan yang tidak di mengerti oleh Fania sendiri.membuat nya jengah. Saat Fania merasa tangan Breanch yang merangkul pinggang nya sedikit melonggar karena sibuk bercerita dengan Mr.Crusenly dengan perlahan diri nya mencoba untuk pergi. "Honey. What's wrong ?" Ucapan Breanch yang terdengar lembut berbanding terbalik dengan mata nya yang kini menatap tajam Fania dan senyuman yang tidak mencapai mata. Sedikit ringisan keluar dari mulut Fania membuat nya dengan cepat - cepat menggigit bibir bawah nya yang di poles dengan warna merah menantang. "Aku ingin duduk." cicit Fania dengan terus berusaha menahan ringisan di pinggang nya saat tangan besar milik Breanch mencengkram pinggang nya kasar. Tawa Mr.Crusenly kembali terdengar membuat mata Breanch beralih menatap nya begitu juga dengan mata Fania. "Oh, I'am Sorry. Seperti nya aku terlalu banyak menyita waktu kalian berdua. Kalau begitu enjoy the party." Ucap Mr. Crusenly sebelum berlalu pergi dan menyapa tamu lain nya. Breanch kembali menyeret Fania pada sebuah meja bundar lalu menarik kan nya sebuah kursi untuk Fania duduki. "Aku akan ke toilet sebentar. Tunggu di sini." Fania hanya menganggukan kepala nya acuh mendengar perintah dari Breanch membuat lelaki tersebut menatap nya "Jangan mencoba kabur karena Erthan akan mengawasimu. Kau mengerti ?" sambung Breanch membuat Fania kini menatap nya dalam diam. Seberapa tidak percaya nya lelaki ini padaku ? Kembali Fania hanya menganggukan kepala nya nya acuh sebelum membuang arah pandang nya dari lelaki di depan nya. Sebuah kecupan hangat terasa di pelipis nya membuat Fania kembali menatap Breanch yang telah berjalan menjauh dari nya. Fania kini duduk sendirian atau tidak benar - benar sendiri karena mata nya menatap sosok Erthan di ujung sana yang mengawasi nya diam - diam bersama dua orang pengawal di belakang nya. "Drink ?" Sebuah gelas yang di dalam nya terdapat air berwarna emas dengan gelembung - gelembung kecil meuncul di depan nya dengan tangan berwarna coklat menggenggam gelas tersebut. Mendongak menatap asal suara tersebut membuat Fania menemui seorang pria yang kini tersenyum ke arah nya dengan kedua tangan yang memegang gelas. Dengan sedikit kaku Fania menerima tawaran gelas tersebut "Thank you." Pria tersebut hanya mengangguk dengan senyuman yang masih belum hilang dari bibir nya. "Kau tidak keberatan aku duduk menemanimu ?" Sesaat kerutan di dahi Fania muncul mendengar ucapan pria di depan nya sebelum pada akhir nya menganggukan kepala nya, mempersilahkan. Tetapi, yang membuat Fania semakin mengkerutkan kening nya saat pria tersebut telah duduk di samping nya, semua mata kembali menatap ke arah nya dan bisikan - bisikan tersebut kembali terdengar. Membuat Fania semakin bingung. "Seperti nya malam ini kau menjadi pusat perhatian." suara di samping nya membuat Fania menoleh dan tersenyum sekilas. "Ya dan seperti nya itu karena kau." "Tidak. Itu karena aku berani mendekati 'wanita' milik Tuan Hemiltton." Kali ini ucapan pria tersebut mampu mengambil seluruh perhatian Fania. Dengan alis terangkat Fania berbalik menatap pria yang belum di ketahui nama nya. "Wanita nya ? Aku ?" Pria tersebut mengangkat kedua bahu nya sebelum kembali meminum cocktail yang berada di dalam gelas kaca nya. "Apa aku salah ? Semua orang melihat kau masuk ke dalam pesta ini dengan nya." Mendengar penjelasan pria tersebut membuat Fania tertawa sinis lalu menaruh gelas yang berada di tangan nya ke atas meja. "Tidak. Aku tahanan nya." Dan ucapan Fania mampu membuat mata pria di samping nya menunjukan ketertarikan"Kau tahanan nya ? Wow, it's Amazing. Jadi kesalahan apa yang kau lakukan sehingga menjadi tahanan nya ?" Kali ini sebuah helaan nafas yang keluar dari bibir Fania dengan kedua bahu putih nya yang terangkat"Aku tidak tauh." Cukup lama terjadi keheningan antara diri nya dan pria tersebut membuat Fania melirik nya dan mendapati pria tersebut menatap nya dengan senyum miring di bibir nya. "Apa ?" Pria tersebut menggelengkan kepala nya lalu kembali meneguk cocktail nya hingga habis sebelum berdiri dari duduk nya. Fania mendongakan kepala nya menatap pria tersebut, terlihat pria tersebut membuka jas yang di pakai nya sebelum kembali membungkuk untuk untuk menyampirkan Jas tersebut di kedua bahu putih Fania. "Kau yakin kau hanya sekedar tahanan bagi nya ? Kurasa kau yang salah Nona. Seseorang tidak akan membawa tahanan nya ke tengah pesta dan menunjukan nya ke semua orang seolah berkata perempuan ini milikku
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN