Hanya Satu Hari

1806 Kata

“Mbak, udah waktunya sholat shubuh.” Nenden menggoyahkan lengan Aliza dengan ragu. Aliza yang memang tidak sulit untuk bangun segera beranjak. Setelah berwudhu, Aliza mengekori langkah Nenden yang keluar dari kamar itu. Nenden terus membawanya ke lantai dasar, lalu memasuki ruangan yang sangat luas dan indah. Masjid? Ya, ternyata ada masjid pribadi di dalam rumah itu dan Aliza baru mengetahuinya. Tentu, Ethan sudah ada di sana dengan pakaian syar'i-nya untuk memimpin sholat. Sebagian orang-orangnya pun ada di sana untuk ikut menunaikan sholat, dan sholat segera dilaksanakan setelah Aliza dan Nenden siap. Inilah Ethan setelah menikah dengan Riana. Wanita yang dinikahinya itu memiliki ilmu agama yang kental, tak heran jika Ethan mau belajar menjadi seseorang yang lebih baik. Masjid itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN