Halimah menghela napas pelan. Pagi ini untuk pertama kalinya setelah dua tahun dia hanya duduk melamun di kamarnya dekat dengan jendela. Dia menghormati permintaan Bayu, rehat dari perusahaan entah untuk berapa lama. Padahal dengan bekerja dia bisa melupakan pikiran-pikiran buruk yang mencoba masuk ke benaknya. 'Aku gak bisa seperti ini, harus ada yang kukerjakan daripada bengong.' Halimah membuka akun sosial media tok-toknya. Mungkin dari sana dia bisa mendapat ide usaha apa kira-kira yang menguntungkan. Halimah takjub melihat akun para owner skin care, kebanyakan dari mereka memamerkan kekayaan yang mereka punya, rumah mewah yang harganya milayaran, atau video jalan-jalan ke luar negeri dengan jet pribadi. 'Apa aku ikut jualan skin care aja?' Halimah membatin. Jarinya kembali bergera

