Bab. 15

1091 Kata

Aku sudah mempersiapkan kata-kata untuk menolak permintaan Mas Dayat. Aku yakin dia pasti akan mendesak saat kami bertemu. Aku ingin lihat apa yang akan dia lakukan kalau aku menolak. Setelah turun dari taksi, Gio berlari-lari kecil mengejar Ayahnya. Anak itu juga berusaha menarik perhatian Mas Dayat dengan mengadukan apa yang sudah terjadi padanya di sekolah. Alih-alih memeluk putranya, Mas Dayat menyuruh Gio masuk ke kamar. Hati Ibu mana yang tidak perih melihat anaknya tidak dipedulikan oleh Ayah kandung sendiri. Jangankan bertanya bagaimana sekolah Gio hari ini, Mas Dayat bahkan tidak memperhatikan kalau dahi Dio diperban. Tidak ingin melihat Putraku kecewa aku membujuknya masuk ke kamar dengan iming-iming membuatkan makan siang kesukaannya. Rasa ben-ci kepada Mas Dayat semakin menjad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN