Bab. 25

1044 Kata

"Gio akan baik-baik saja." Suara Kahfi lembut membuat Halimah menatap lelaki itu. "Tapi kenapa sampai sekarang Gio belum bangun? Aku panggil-panggil dia gak respon." Halimah terisak, wajah wanita itu terlihat kuyu, matanya juga tampak lelah sebab tak berhenti menangis sejak semalam. Kahfi mendekat, dia ingin mengusap punggung rapuh Halimah sekedar memberi kekuatan untuk wanita itu. Namun, tangannya urung bergerak sebab sadar Halimah bukan mahromnya, belum tentu juga wanita itu bersedia disentuh sembarangan. "Kita doakan Gio mampu melewati masa kritisnya. Gio anak yang kuat, dia pasti bisa." Halimah menggenggam tangan Gio. Dia berterima kasih atas niat Kahfi menenangkannya, tetapi tetap saja tak mampu menenangkan gelombang rasa takut yang membuatnya resah. Selama Gio belum membuka mata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN