"Ares?" ujar Zara yang tengah berdiri di hadapan Iqbal. Ia melihat Ares yang sedang memperhatikannya dari anak tangga. Sontak, Iqbal dan Antariksa langsung menoleh pada Ares. Dengan cepat, Ares menghapus air matanya yang keluar. Cowok itu membalikkan badan, lalu kembali menuju kamarnya. "ARES!! ARES!!!" teriak Zara. Ia ingin bangkit berdiri, namun tangan Iqbal langsung menariknya, membuat langkahnya menjadi terhenti. "Nggak usah di kejar," cegah Iqbal. Zara menatap Iqbal dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia kemudian melepaskan tangannya yang di cekal Iqbal, lalu berlari mengejar Ares. Zara tau, hati Ares pasti terluka karena merasa iri dengan perhatian yang Iqbal berikan pada Antariksa. Ares masuk ke dalam kamarnya, ia membanting pintu kamarnya dengan sangat keras, hingga me

