"Ka--Kak Jihan?" Anggi langsung bersembunyi di balik tembok, saat melihat Jihan yang sedang di seret oleh Karina dan Safa. "Mereka mau ngapain?" tanyanya bingung. "Aku harus kasih tau, Kak Ares." Anggi kemudian berlari dari sana dan bergegas menemui Ares. Ia takut, jika terjadi apa-apa dengan Jihan. Disisi lain, Ares sedang menunggu Jihan yang tak kunjung kembali dari toilet. Cowok itu duduk di tempat Jihan, dengan perasaannya yang sudah tak tenang seperti ini. "Jihan, lo ke mana sih?!" kesal Ares. Pasalnya, tadi gadis itu bilang hanya buang air kecil, namun kenapa selama ini? Atensi Ares tercekat, saat melihat seorang gadis yang memghampirinya dengan napas ngos-ngosan. Ares kenal dengan gadis itu. Dia, adalah adik kelas yang waktu itu, ia tolong. "Kak Ares," ucap Anggi. Ia menor

