18. Khawatir

1405 Kata

Ares baru saja kembali dari kantin dengan membawakan sebotol minuman di tangannya. Ia mengambil duduk di hadapan Jihan. Ares membukakan tutup botolnya, lalu memberikan minumannya pada Jihan. "Minum." Jihan meraih minuman dari tangan Ares dan meneguknya. "Thanks." Jihan memberikan minuman yang tersisa setengah pada Ares. "Sama-sama." Ares mengambil minumannya dari tangan Jihan dan kembali menutupnya. "Ehh---lo mau apa sih?" Jihan refleks terkejut, karena tangan Ares yang tiba-tiba menyentuh pipinya. "Gue cuma mau mastiin, kalo tubuh lo udah nggak gemetaran lagi," ucap Ares menjelaskan. "Udah enggak!" Jihan menepis tangan Ares dari wajahnya. "Lo punya masalah apa sih, sama mereka?" tanya Ares. Pasalnya, baru kali ini ia melihat Jihan hampir celaka di tangan Falen. Jihan langsu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN