19. Ancaman

1479 Kata

Ares menatap pantulan dirinya di depan cermin. Cowok itu menggunakan jeans panjang, kaus polos serta di balut dengan jaket kulit hitamnya. Ares mengacak-acak rambutnya jadi sedikit berantakan. Dia lebih suka dengan rambutnya yang tidak rapi, daripada harus rapi. Setelah merasa penampilannya sudah selesai, Ares kemudian langsung bergegas mengambil motornya. Ares mengendarai motornya menuju rumah Jihan. Ia sudah memberitahu Jihan untuk bersiap-siap dan untungnya gadis itu mau. Sesampainya di rumah Jihan, Ares langsung memarkirkan motornya. Cowok itu turun dari atas motornya, lalu bergegas menuju pintu utama rumah Jihan yang sudah tertutup. Ares merogoh saku celana, mengambil ponselnya. Ia tidak ingin mengetuk pintu, takut jika menganggu ibu Jihan yang mungkin sudah tertidur. Anda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN