Ares dan Jihan baru saja selesai menaiki wahana kora-kora. Jihan sangat panik, melihat Ares yang berjalan sempoyongan. Ares memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing. Bahkan, pandangannya sudah sedikit kabur. Perutnya juga terasa mual dan ingin muntah. "Res, lo nggak apa-apa?" Jihan menahan tubuh Ares yang akan jatuh. Ares hanya diam saja dan terus meringis. Kepalanya benar-benar terasa sangat pusing. "Kita duduk dulu." Jihan meraih tangan Ares dan melingkarkan di lehernya. Ia memapah tubuh Ares menuju bangku besi yang terletak tidak jauh dari sana. Jihan memukul punggung Ares sedikit keras. "Gue bilang juga apa?! Kalo takut, ya nggak usah naik! Gengsian banget sih jadi orang!" "Akh!" Ares memegangi punggungnya yang terasa sakit. Ia kemudian, menoleh pada Jihan. "Gue kan mal

