Iqbal masih terdiam di tempat. Ia terkejut bukan main, mendengar ucapan Zara. "Di mana, Anta?" tanya Iqbal dengan nada rendah, namun terdengar sangat tajam dan menyeramkan. Zara meneguk ludahnya susah payah. "Di--di ka--kamarnya Iqbal." Iqbal langsung menyerahkan tas kecilnya pada Zara. Dia membuka jas putih yang dipakainya dan melemparnya ke sembarang arah. Iqbal bergegas menghampiri Antariksa. Terlihat dari raut wajahnya yang sangat murka. Zara hanya diam dan membeku di tempat. Baru kali ini, ia melihat Iqbal sangat marah seperti itu. Apa yang ingin di lakukannya? Zara mengambil jas putih milik Iqbal yang terlempar di lantai. Ia pun, kemudian bergegas menyusul Iqbal. Ia takut, Iqbal akan berbuat sesuatu pada Antariksa. Brak! Antariksa yang tengah berkutat dengan laptopnya,

