"Makasih ya, Pak," ucap Jihan pada satpam yang sudah memberikan copyan CCTV-nya. Satpam itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Sama-sama." Ares menghela napas berat. Ia tidak suka miliknya ditatap seperti itu oleh cowok lain. Ares membuka jaketnya, lalu memasukkan kepala Jihan ke dalamnya dan menyeret gadis itu untuk keluar dari butik. Jihan sangat kesal karena kepalanya yang ditutupi seperti ini. Ia terus berontak melepaskannya. "Lo apa-apaan sih, Ares?!" Ares tak mempedulikannya dan tetap menyeret tubuh Jihan untuk keluar dari butik. Sesampainya di luar, Ares kemudian melepaskan jaketnya dari kepala Jihan. Jihan memasok oksigen sebanyak-banyaknya. Ia menjadi kesulitan bernapas karena cowok itu. Jihan mendelik tajam pada Ares. "Ngapain sih lo?!" "Gue gak suka, lo senyum-se

