Ares beranjak berdiri perlahan-lahan. Ia menatap kepergian taksi Jihan yang sudah tak terlihat, karena ditelan jarak. Ares menghela napas, lalu membalikkan badan dan berjalan menuju motornya. Ia mengendarainya dengan kecepatan tinggi menuju sekolah. Ares ingin meminta maaf pada Jihan. Walaupun, mungkin harusnya dia yang minta maaf. Namun, tak apa, lebih baik ia mengalah, supaya hubungannya membaik dan tidak seperti ini. Sesampainya di sekolah, Ares langsung memarkirkan motornya di sembarang tempat. Cowok itu segera turun dari atas motornya dan bergegas menghampiri Jihan yang baru saja keluar dari taksi. Ares dengan cepat langsung menarik tangan Jihan, membuat langkah gadis itu terhenti. "Han," ucap Ares menahan pergelanagan tangan Jihan. Jihan terdiam beberapa saat. Ia kemudian mele

