Jihan meneguk minuman kaleng dengan kesal, melihat Ares yang malah fokus dengan ponselnya. "Ekhm!" Jihan berdehem. Namun, hal itu masih tak membuat aktivitas Ares terhenti, bahkan kedua matanya masih terfokus pada layar ponsel. Jihan menghela napas beberapa kali dan mencoba untuk sabar. Ia meluapkan rasa kesalnya dengan meremas kaleng minuman yang sudah kosong. Ares yang mendengar suara, lantas mendongakkan kepalanya ke arah Jihan. "Kamu kenapa sih?" tanyanya dengan wajah tanpa rasa bersalah sedikit pun. Jihan membelalakan matanya, mendengar ucapan Ares. Bisa-bisanya dia merasa tidak bersalah sama sekali. "Pacaran aja sama HP!" Jihan memutar bola matanya ke arah lain, lalu melempar kaleng yang sudah remuk ke dalam tong sampah dengan kasar. Ares tersenyum tipis. Ia beranjak dari

