33. Bukan Dari Jihan

1563 Kata

Zara menyeka air matanya yang terus keluar. Dengan kaki yang terasa kaku, ia bergegas menuju kamarnya, berusaha membujuk Iqbal, agar mau membukakan pintu untuk Ares. Zara melihat Iqbal yang sudah tertidur. Ia duduk di samping Iqbal dan mencoba membangunkannya. "Iqbal, bangun, Iqbal. A--aku mo--mohon, bukain pi--pintu buat A--Ares," ucap Zara terbata-bata. Air matanya kembali turun membasahi pipi. Tak ada sahutan sama sekali. Iqbal masih dalam posisi yang sama. Lelaki itu tetap tertidur dan tidak membuka mata sedikit pun. Zara semakin menangis terisak. Bibirnya sudah bergetar hebat, karena tidak tega, melihat Ares yang tertidur di luar. "A---Ares, ka--kamu pa--pasti kedinginan k--kan?" lirih Zara. "Kenapa kamu, masih nangis? Tidur, Ra, udah malem." Zara langsung menoleh ke samping,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN