Jihan mengerutkan keningnya, melihat Ares yang malah melamun. Ia menyenggol lengan Ares dan menyadarkan cowok itu. "Kenapa sih lo?" Ares terperanjat kaget. Ia kemudian menatap Jihan. "Kalo bukan lo yang ngasih selimut, terus siapa?" Jihan mengedikkan bahunya. "Ya mana gue tau. Mungkin nyokap lo?" ujar Jihan, mencoba menebak. Ares terdiam beberapa detik. Ia kemudian menggelengkan kepalanya. "Nggak mungkin, Han. Nyokap gue aja, tadi bingung pas liat gue pake selimut." "Adik lo?" tebak Jihan lagi. "Nggak mungkin adik gue." "Bokap lo?" "Lebih gak mungkin, Jihan," ucap Ares. "Gak mungkin bokap gue apalagi adik gue. Mustahil." "Ya terus, siapa?" tanya Jihan penasaran dan Ares hanya mengedikkan bahunya. Ares kembali fokus menyapu. Otaknya terus terisi dengan siapa seseorang yang sudah

