"Di minum ya, Res," ucap Elin menaruh segelas minuman di hadapan Ares. Ares tersenyum dan mengangguk. "Iya Tante, makasih ya," ucapnya seraya tersenyum kikuk. "Sama-sama," jawab Elin. "Ya udah, kalian ngobrol dulu, Mama mau ke kamar dulu ya Han," ucap Elin menepuk bahu Jihan pelan. Jihan menatap Elin, lalu mengangguk. "Iya Ma." Elin pun kemudian pergi dari sana. Ia sengaja, membiarkan mereka berdua agar Jihan dan Ares bisa baikan dan masalahnya cepat selesai. "Kenapa sih? Kok mukanya tegang gitu?" tanya Jihan dengan kedua tangannya yang menopang dagu. Ares yang tengah melamun langsung tersadar. Ia kemudian mendongakkan kepalanya, menatap Jihan. "Kamu kok gak bilang, kalo mama kamu ada di rumah?" "Ya kan, aku gak tau kalo kamu mau ke sini," jawab Jihan. "Tapi kan harusnya, tadi

