Ares sudah rapi memakai pakaian casual. Cowok itu mengenakkan kemeja polos hitam pendek, celana jeans panjang dan rambutnya yang ditata sedikit lebih rapi dari biasanya. Ares mendudukkan tubuhnya di sofa yang terletak di samping ranjang kasurnya. Tatapan cowok itu terlihat kosong dengan raut wajahnya yang tampak lesu dan tak bersemangat. "Hari yang gue hindarkan, akhirnya harus terjadi juga," gumam Ares. Ia kemudian mendongakkan kepalanya, menatap ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Dimana, ia harus keluar menemui mereka semua yang sudah menunggu di ruang makan. Ares menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan. Ia menghapus kasar setetes air mata yang mengalir dari sudut matanya. "Kamu pasti akan kaget, Han," ucap Ares seraya beranjak berdiri dari dudu

