Setelah lumayan lama berpelukan, Ares pun kemudian melepaskan pelukannya. Ia menatap wajah Jihan yang sudah sembab dan banjir dengan air mata. "Jangan nangis lagi," ucap Ares seraya merapikan rambut Jihan yang terkena tetesan air mata. "A--aku gak bisa kayak gini, Res. A--aku gak mungkin nyakitin perasaan kamu. Cinta aku cuma buat kamu. A--aku gak cinta sa--sama Antariksa," lirih Jihan terbata-bata karena di sela tangisannya. Ares memegang kedua bahu Jihan yang sudah bergetar. Ia tersenyum tipis. "Aku gak papa, Han. Aku akan berusaha ikhlasin kamu buat Antariksa. Liat kamu bahagia, itu udah cukup buat aku." Jihan menatap Ares tak percaya. Sorot matanya langsung berubah menjadi tajam."Bahagia?" ulangnya seraya menepis kasar tangan Ares dari bahunya. "Bahagia dari mana, Res? Aku gak b

