Iqbal hanya diam saja dengan matanya yang melirik ke arah kemejanya yang tengah di pegang oleh Zara. "Jawab aku Iqbal! Ini darah apa?!" tanya Zara terus mendesak Iqbal. Matanya sudah sangat berkaca-kaca dan siap menumpahkan air matanya sekarang juga. Iqbal memajukan langkahnya, mendekati Zara. Ia kemudian meraih kemejanya dari tangan Zara dan menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. "I--itu darah kamu, Bal?" tanya Zara terbata-bata, dengan air matanya yang akhirnya lolos membasahi pipi. "Iya kan, Bal? Itu darah kamu kan? Kamu kenapa Bal? Kamu sakit apa? Kenapa kamu gak pernah cerita sama aku?!" lanjutnya dengan air matanya yang semakin deras membasahi pipi. Zara semakin kesal dan menangis, melihat Iqbal yang tak kunjung membuka suara. "JAWAB AKU IQBAL!! KAMU JELASIN SAMA AKU

