Raya mengendarai motor kesayangan nya ke sebuah dealer.
Tekat nya sudah bulat untuk menjual motor itu
Karna raya tidak punya pilihan lain.
Hanya motor harta satu satu nya yang bisa meringan kan beban ibu oanti saat ini.
" permisi pak. Saya mau menawar kan motor saya pak"
Tika menawar kan motor nya pada pegawai dealer.
Motor raya hanya motor matic yang sudah jadul.
Harga nya pun sudah sangat murah.
Setelah tawar menawar yang lumayan alot raya pun menyerah dan melepas kan motor itu dengan harga yang jauh dari ekspetasi nya.
Setelah menerima uang dari hasil jual motor raya mencari bank terdekat untuk segera mengirim kan uang nya pada ibu panti.
Setelah nya baru raya mencari telfon umum untuk memberi tahu ibu panti.
" asalamualaikum bu. Ini raya."
" Wa'alaikum slam raya."
" bu raya udah kirim uang tadi ke rekening ibu."
" berapa raya?."
" cuma ada lima juta bu."
" ya sudah ray gak apa apa terimakasih ya. Maaf kalo ibu me repot kan mu lagi."
" iya bu gak apa apa. "
Setelah raya memutus panggil lan nya dengan ibu panti.
Raya memutus kan untuk ke pasar dan mencari pekerjaan.
Saat ini raya harus mencari uang untuk membayar tunggakan spp nya.
Motor yang di jual hanya mendapat kan uang lima juta.
Dan uang itu sudah raya beri kan ke panti.
Sedang kan dua minggu lagi pengambilan ijazah dan raya harus melunasi tunggakan itu.
Jika tidak maka raya juga tidak bisa mengambil ijazah nya.
Raya berjalan ke arah pasar dengan gontai dan pikiran raya bercabang kemana mana.
Saat raya berjalan raya melihat anak kecil yang tengah menyebrang jalan sendirian.
Dan dari arah jalan yang terlihat lenggang sebuah motor melaju dengan kecepatan tinggi.
Tanpa pikir panjang raya ber lari menarik anak kecil itu ke pinggir jalan.
Namun raya tidak sempat meng hindar.
Alhasil terjadi lah kecelakaan yang mengakibat kan raya tak sadar kan diri.
arga yang saat itu melihat ada kecelakaan turun dari mobil nya. Arga merasa geram dengan orang orang yang hanya sibuk ber kerumun dan mengambil video untuk di sebar luas kan di medsos.
Arga menerobos kerumunan itu melihat korban kecelakaan.
Arga terkejut melihat gadis yang tergeletak di atas aspal dengan kepala yang berdarah.
" raya." tanpa pikir panjang arga segera membopong tubuh raya membawa nya ke dalam mobil nya.
Arga bergegas mengemudi kan mobil nya menuju rumah sakit terdekat.
" bertahan lah." ucap arga yang tengah mengemudi. Sesekali arga melirik melihat keadaan raya yang masih tak sadar kan diri.
Arga baru saja kembali dari singapura.
Arga dan sarah berlibur ke negara itu untuk meraya kan ke lulus an sarah.
Namun arga harus kembali lebih cepat dari pada sarah karna ada pekerjaan yang mendesak dan tidak bisa di ganti kan.
Sarah saat ini masih berlibur di sana bersama dengan sepupu nya.
" dokter tolong." teriak arga yang kini sudah sampai di rumah sakit.
Arga meletak kan raya di atas bangkar uang kosong.
Dokter dan suster pun segera bertindak.
Arga mondar mandir di deoan pintu ruang gawat darurat.
Nampak arga begitu khawatir dengan keadaan raya.
" gimana dok. Apa dia baik baik saja?"
Tanya arga pada dokter yang menangani raya.
" maaf anda pihak dari keluarga pasien?" tanya dokter.
" iya dok."
" apa dia korban tabrak lari?"
" saya tidak tau lebih jelas nya dok. Tadi saya lewat dan tidak sengaja melihat ada kecelakaan. Dan saat saya melihat korban nya adalah orang yang saya kenal saya tidak pikir panjang untuk mencari tau kejadian nya. "
" oh begitu. Sebenar nya kalau di lihat dari kondisi kecelakaan nya tidak terlalu parah. Hanya saja gadis ini kekurangan gizi. Tubuh nya kurang asupan vitamin. Dan seperti nya kurang istirahat juga. Saya sudah menjahit luka di kepala nya tangan dan kaki nya memang terluka taoi tidak terlalu parah. "
" apa dia sudah sadar dok? "
" belum. Dia masih pingsan. Saya juga memberi nya vitamin lewat infus. Sebaik nya setelah sadar nanti pasti kan pola makan nya baik dan teratur. Kasian. Seperti nya gadis ini pekerjaa kasar ya pak? "
Arga mengernyit kan dahi nya tak me ngerti dengan kata kata dokter itu.
" maksud dokter? Pekerja kasar bagaimana? "
" anda bilang anda mengenal nya. Bagaimana mungkin anda tidak tau apa yang di kerja kan oleh gadis ini. "
" katakan saja apa maksud nya dok." geram arga tak menyukai dokter yang bet belit belit.
" gadis ini pekerja kasar. Pekerja kasar yang saya maksud adalah seperti kuli panggul dan lain nya. Dan kebetulan tadi ada perawat yang pernah melihat gadis ini bekerja di pasar jadi kuli. "
" apa? " arga nampak tak percaya dengan ucapan sang dokter.
Setau arga, raya hanya bekerja menjadi driver ojol.
Arga duduk termenung di deretan kursi di depan ruang UGD.
" apa yang terjadi padamu raya? " gumam arga betanya pada diri nya sendiri.
Setelah tiga jam raya pingsan akhir nya raya sadar.
Raya duduk dengan kepala yang berdenyut.
" sus. Siapa yang bawa saya ke sini?"
Tanya raya pada suster yang tengah berjaga.
" maaf saya kurang tau mba. Saya hanya petugas jaga di sini."
Raya turun dari ranjang rumah sakit.
Raya tidak bisa ber lama lama di sini.
Jika tagihan rumah sakit membengkak itu akan membuat raya semakin pusing.
Raya ber tanya pada pegawai administrasi.
Namun ter nyata sudah ada yang melunasi pengobat tan nya.
Raya hanya ber fikir mungkin itu keluarga dari si penabrak yang sudah membayar semua tagihan rimah sakit.
Raya segera bergegas keluar dari rimah sakit dengan kepala yang berdenyut.
" sus di mana gadis yang ada di atas ranjang ini?" tanya arga yang bari saja kembali dari kantin rumah sakit.
" sudah keluar pak. Sekitar dua puluh menit yang lalu."
" kenapa tidak ada yang memberi tau ku?"
" maaf pak. Kami kira bapak sudah pulang tadi. "