Raya berjalan kaki pulang ke kos san nya.
Ia tak punya uang untuk ongkos taxi atau angkot.
Saat kecelakaan itu terjadi ia ingat masih ada uang lima puluh ribu di kantong nya.
Namun entah di mana uang itu sekarang.
Raya berjalan dengan tertatih.
Sebenar nya yadi raya ingin menunggu orang yang susah membawa nya ke rumah sakit.
Tapi raya raya harus segera pulang karna raya harus jalan kaki dia takut kemalaman di jalan.
Posisi raya saat ini belum terlalu jauh dari dari rumah sakit.
Berjalan dengan banyak luka luka di tubuh nya itu sangat menyulit kan.
Sedang kan arga, setelah tau raya sudah keluar dari rumah sakit.
Laki laki itu langsung bergegas mengejar nya.
Arga berlari ke arah luar.
Arga yakin tujuan raya adalah kos san nya.
" rayaa." teriak arga memanggil raya dari balik punggung raya.
Arga nampak ngos ngosan.
Nafas nya memburu akibat berlari mengejar raya.
" loh, om arga. Om kenapa ada di sini?"
" kenapa, kenapa gundul mu. Aku yang membawa kamu ke rumah sakit. Kenapa kamu keluar dari rumah sakit tanpa menunggu ku?"
Mata raya membola mendengar ucapan arga.
Raya tidak tau orang yang membawa nya ke rumah sakit Adalah arga.
" maaf om. Saya gak tau orang yang bawa saya ke rumah sakit itu om. " jawab raya kikuk.
Raya merasa bersalah sudah merepot kan arga.
" makasih ya om udah nolongin raya. Saya janji om akan ganti uang perwatan saya di rumah sakit. Tapi jangan di kasih bunga ya om. He he he. "
" saya kasih bunga delapan puluh persen buat kamu selama satu bulan." tegas arga sengaja mengerjai raya.
" om. Jangan gitu lah. Masa gak kasian sama rakyat jelata kaya saya si om. "
" tenang saja. Ada cara lain untuk mengganti hutang kamu pada saya. "
" cara nya gimana om? " raya antusias mendengar ada cara lain untuk melunasi hutang ny pada arga.
" kamu ikut dengan ku. "
" kemana om? "
" jangan banyak tanya. "
Arga menghenti kan sebuah taxi.
Arga meninggal kan mobil nnya di basement rumah sakit.
Tujuan nya sekarang adalah membawa raya ke tempat yang lebih layak dari kos san nya.
Arga sudah yakin. Mulai saat ini arga akan merawat dan membantu kehidupan raya.
Arga merasa terus kepikiran dengan gadis ojol itu semenjak pertama kali bertemu.
Gadis yang punya tekat besar untuk bisa berdiri sendiri.
Arga tau itu sangat sulit.
" om. Ini tempat siapa? Kok saya di bawa kesini?. "
" ini punya saya."
" bukan nya om tinggal di apartment hijau.?"
Raya saat ini di bawa ke sebuah apartment.
Apartment itu milik arga.
Arga akan menyuruh raya tinggal di sana.
Arga tidak mungkin membawa raya pulang ke apartment yang ia tinggali dengan anak nya.
Takut nya sarah tidak menyukai raya.
Tidak tau saja arga bahwa sarah adalah teman baik raya.
" sudah jangan banyak tanya kamu tinggal di sini mulai sekarang. Ada bibi yang dateng setiap pagi untuk masak dan beresin semua nya. Berikan kunci kos san mu. Biar kua ambil barang barang kamu."
" kenapa om nyuruh saya tinggal di sini?."
" kalau kamu tidak mau tinggal di sini. Maka saya kasih kamu waktu satu minggu untuk mencari uang. Dan bayar tagihan rumah sakit plus bunga delapan puluh persen. Jika kamu tinggal di sini dan menurut dengan apa yang saya katakan maka saya anggap lunas. "
" jadi maksud om saya di jadi tawanan om gitu?. "
" terserah kamu beranggapan apa. Silah kan kamu pilih. Saya kasih kamu waktu satu menit dari sekarang. "
Raya bingung sekarang. Dia panic.
Cara mana yang harus di pilih.
Satu minggu itu terlalu cepat dan mustahil untuk raya men dapat kan banyak uang.
Mana tadi di bawa ke rumah sakit mewah lagi.
Tapi kalo pilih tinggal di sini raya juga takut di kira gundik atau Simpanan om om.
" waktu habis. Apa pilihan kamu?."
" saya boleh tanya sesuatu dulu om?."
" boleh."
" om sudah punya anak dan istri?."
" sudah."
" terus nanti kalo istri om tau gimana? Nanti saya di kira Simpanan om lagi. Nanti saya di jambak di tampar sama anak dan istri om gimana?. "
Arga terkekeh mendengar perkataan raya.
Ternyata gadis ojol ini takut di kira simpanan.
" tenang saja. Istri saya sudah meninggal delapan belas tahun yang lalu. Anak saya sudah besar. Mungkin seumuran dengan kamu. Dia tinggal dengan saya. Dia tidak mungkin melakukan hal semacam itu pada mu. Aku bisa jamin itu."
Setelah mendengar penjelasan dari arga akhir nya raya pasrah saja.
Mungkin setelah dia sembuh dia bisa keluar dari apartment arga dan mencari pekerjaan.
" ya sudah om. Saya pilih tinggal di sini saja. " jawab raya menunduk.
" gadis pintar. "
Arga mengusap rambut raya lembut.
Arga tidak menyadari jika raya terkejut dengan tindakan arga yang seperti itu.
Namun arga justru namlak biasa saja.
- kok deg deg gan yah? - batin raya saat arga mengusap rambut dan turun mengusap pipi nya lembut.