" mulai sekarang ku anggap kau adalah tanggung jawab ku. Jika memang di perlu kan. Aku bisa mrngadopsi mu." ucap arga serius.
" ha ha ha ha... Om ini ada ada saja. Kalo om mau adopsi anak, itu di panti banyak anak anak bayi. Mana ada orang adopsi anak yang udah siap nikah begini. Yang ada di per sunting bukan di adopsi. "
Raya masih ter kekeh mendengar arga yang ber niat mengadopsi nya.
Namun lain hal nya dengan arga yang justru termenung dengan mendengar ucapan raya barusan.
Dan lagi. Kalau memang dia berniat meng adopsi raya kenapa tadi arga mencium raya? Mana ada ayah yang mencium anak nya seperti itu.
" jadi kamu mau nya aku persunting?"
Arga memasuk kan ke dua tangan nya ke dalam kantong celana nya. Berdiri tegak menatap serius pada raya.
" bu bu bukan itu maksud ku om." raya tergagap.
Niat nya hanya bercanda. Karna lucu saja jika benar arga ingin meng adopsi nya.
" lalu apa maksud mu?"
" gak ada maksud apa apa om. Aku cuma bercanda."
Raya kikuk sekarang.
Arga masih berdiri menatap nya serius.
" om sudah makan malam?" raya mengalih kan pembicaraan. Karna suasana nampak berubah sunyi dan dingin.
- kenapa jadi canggung begini si. Lagian ini om om sensi amat. Kayak emak emak - batin raya.
" belum." ucap arga datar.
" kalo belum makan. Biar aku siapin makan malam om. Om duduk dulu."
Raya hendak beranjak namun di cegah oleh arga.
" tidak perlu. Aku harus pulang. Anak ku sudah kembali dari liburan. Dan mungkin aku akan jarang ber kunjung ke sini. Pelan pelan aku akan memberi tau anaku dan mengenal kan mu pada nya. Anak ku sulit dekat dengan orang lain."
Arga mengambil dompet di saku nya dan mengambil sebuah kartu.
Lalu mengulur kan kartu itu pada raya.
" ambil lah. Pakai saja uang ini untuk melunasi tunggak kan di sekolah mu. Dan kperluan mu sehari hari. Aku akan transfer tiap bulan untuk kamu. Besok pergi lah beli ponsel baru."
Raya masih terdiam memandang kartu itu di tangan nya.
Ada rasa kehilangan dalam hati raya saat arga berkata akan jarang ber kunjung.
" makasih ya om. Setelah lulus aku akan cari kerja. Aku janji akan ganti uang om. Maaf ya om aku udah ngrepotin. "
" pikir kan saja kau akan kuliah di mana."
"enggak om. Aku mau cari kerja aja. Kuliah banyak biyaya yang harus di keluar kan. Aku gak mau ngrepotin diri sendiri. Apa lagi ngrepotin om atau orang lain. Lebih baik aku cari kerja aja."
Raya kekeh tak mau kuliah.
Cukup sudah hidup nya di pusing kan dengan banyak nya biyaya sekolah.
Dan lagi dia tidak bisa begitu saja leoas dari ibu panti.
Setiap saat dia harus siap jika ibu panti memerlukan bantuan nya.
" aku tidak akan memaksa mu. Tapi pikir kan lah baik baik. Aku akan membayar kuliah mu jika kau mau. Aku harus pulang sekarang. Hubungi aku jika sudah beli ponsel."
Arga mengambil jas dan tas kerja nya.
Setelah sarah pulang dari liburan arga tidak mungkin bisa setiap saat mengunjungi raya.
Sarah pasti akan merasa di tinggal kan lagi.
Arga ber jalan menuju pintu keluar.
Raya masih termenung dan melamun di tempat nya berdiri.
Bahkan raya belum sadar kalau kini arga sudah di ambang pintu keluar.
Ting tong ting tong.
Arga sengaja memencet bell masuk untuk membangun kan raya dari lamunan nya.
Raya menoleh kaget ke arah pintu.
Arga kembali masuk dan mendekat ke arah raya.
Tangan nya ter ulur untuk menangkup kedua pipi raya.
" ada apa? Kenapa bengong? Biasa nya kamu anterin aku sampai pintu." tanya arga dengan tangan nya yang mengusap pipi raya lembut.
" maaf om. Gak ada apa apa kok. Ayok aku antar."
Saat raya hendak beranjak. Arga lagi lagi dengan tanpa ijin langsung mencium bibir raya lembut.
Mata raya membola. Kaget. Tapi raya merasa tidak bisa menolak ciuman itu.
Merasa tidak ada penolakan dari raya. Arga memper dalam ciuman nya.
Mengusap lembut pipi raya dan menekan tengkuk raya agar semakin dalam ia bisa menikmati setiap inci uang ada di dalam rongga mulut raya.
Kini dua insan yang berbeda umur sangat jauh itu tengah menikmati ciuman hangat nan lembut.
Arga yang haus akan belaian setelah kepergian mendiang sang istri hingga kini ia belum petnah menyentuh perempuan lain.
Dan raya yang baru pertama kali merasakan dan menikmati indah nya ber ciuman pun terhanyut.
Bibir saling mencecap, menghisap dengan lembut.
Bahkan sesekali arga berdesis merasakan pusaka nya yang bangun di balik celana nya.
Lama berciuman mereka akhir nya menyudahi ciuman itu.
Nafas mereka sama sana memburu.
Dan keadaan saat ini semakin kikuk untuk raya.
Dia merasa malu karna sudah menikmati ciuman nya dengan arga.
" aku pulang sekarang?." tanya arga.
Arga pun enggan untuk pulang sekarang.
Merasa seperti menemukan tempat untuk bersandar.
" emh. Pulang lah om. Anak om pasti sudah nungguin om. Ini sudah malam."
" maaf aku gak bisa temenin kamu makan malam."
" gak apa apa. Ayok aku antar sampai depan."
Raya mengambil tas kerja dan jas arga membawa nya ke depan.
Sedang kan arga mengekor di belakang punggung raya.
" aku pulang. "
" iya. Hati hati. "
***
Di tempat lain. Sarang sudah uring uringan menunggu sang papah.
" janji nya pulang cepet. Gak tau nya ngaret." kesal sarah yang menunggu papah nya tak kunjung pulang.